Aku baru saja pulang dari rumah doni, teman satu tongkronganku. cuaca siang yang terik membuat langkahku seperti dalam lomba jalan cepat. dijalan komplek rumahku, aku melihat seorang pemuda dengan menjijing kantong plastik hitam tengah berjalan sendiri. pemuda itulah yang akhir-akhir ini mengundang rasa penasaranku. aku benar-benar heran dengan sikapnya yang sangat tertutup . dikomplek yang baru kutempati sebulan ini hanya pemuda itu yang belum kenalan secara langsung denganku. setiap kali aku berusaha mengakrabkan diri dengannya, yang kurasakan ia seperti menjauh dan menjaga jarak. kukira hanya padaku dia bersikap seperti itu, tetapi ternyata ia juga begitu dengan seluruh pemuda di komplek.
kupercepat langkahku agar dapat menyusul langkah pemuda itu. dalam sekejap aku sudah berada tepat disampingnya.
"hai. ." sapaku seraya tersenyum ramah
"hai juga . ." ia balas tersenyum
"perkenalkan namaku adam . aku orang baru dikomplek ini" kuulurkan tanganku
"aku bayu. ." ia menjabat tanganku
"rumahmu dinomor 88A kan ?" tanyaku
ia hanya mengangguk
"boleh aku main k rumahmu ?" tanya ku lagi
"boleh saja tapi dirumah aku selalu sibuk" jawab bayu
"memangnya apa kesibukan mu dirumah ?" tanyaku lagi
tak segera ia menjawab pertanyaan ku . ia seperti berpikir "banyak . ." hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
kami telah sampai didepan rumahnya. "udah ya . . sampai nanti. ." ujar bayu . ia membuka pintu pagar dan kemudian masuk rumahnya tanpa basa basi menawariku untuk mampir
dirumaahhkuu . .
"Dam, sekarang tugasmu membagi-bagikan kue kering ini keseluruh rumah dikomplek ini" perintah mama dengan menyodorkan kardus mie instan yang berisikan penuh dengan kue-kue kering yang dikemas dengan plastik kecil. selama ini mama memang bisnis kue kering dan kue basah
"apa gak sayang kue sebanyak ini dibagi-bagikan gratis, ma?" protesku
"dam, kita dikomplek ini kan orang baru, ini sebagai sarana mengakrabkan diri dengan warga dan juga sebagai satu strategis bisnis mama. nanti juga setelah mereka merasakan kue mama, mereka pasti akan ketagihan" jawab mama mantab
"idih mama kepedean"
"lah . . . yaa iyalah kue mama kan enak" ucap mama dengan bangganya . .
aku mengelilingi komplek . .
sudah setengah dari jumlah rumah dikomplek ini yang aku masuki secara berurutan untuk memberikan kue kering gratis. kini giliranku memasuki rumah bayu
"permisi. . " aku membuka pintu pagar dan masuk kehalaman rumah . dari dalam suara sebuah suara menyahut "yaa . . siaapa ya?" . . .krek . . pintu rumah itu pun terbuka "cari siapa ya ?" tanyanya ramah
"saya putranya ibu dini, warga baru itu, bu" ujar ku menjelaskan
"oh iyaa . . ada apa nak ? tanya wanita seusia ibuku itu
"ini ada kue dari ibu saya" ak memberikan kue itu kepadanya, ini pasti ibu bayu, dalam benakku
"lho . . emangnya ibumu sedang ada acara appa ?"
"enggak ada acara apaa-apa kog. ini kue promosi dari ibu saya soalnya ibu saya mmg bisnis kue semacam ini" jawabku tersenyum
"kalau begitu sampaikan terima kasih ibu k ibumu yaa :)"
"iya bu . eh iya bayu nya ada bu ?"
"bayu ada ditaman belakang nak. masuknya lewat dari situ" tunjuk nya pada lorong sempit disebelah rumah
setelah mempertimbangkan sejenak, akhirnya aku memutuskan untuk menemui bayu . aku mmg ingin tau apa saja yang dilakukan pemuda itu dirumahnya.
bayu tengah duduk dibangku panjang yang terbuat dari potongan bambu sambil mengamati taman bunga . segala macam bunga tumbuh ditaman itu. aku tak mengira, kalau bayu ternyata menyukai bunga. karena setahu ku rumah ini tidak ada cewek lain selain wanita seumuran ibu ku tadi .
"hai . . lagi nyantai niih kayagnya " sapakuu
sedikit terkejut bayu menolehkan kepalanya "bagaimana kamu bisa sampai disini ?" tanya nya
"aku baru saja mengirimkan kue untuk ibumu dari ibuku dan aku mengetahui mu ada disini dari ibumu" aku menerangkan
"duduklah" ucap bayu datar
"apakah semua bunga itu kamu yang menanamnya ?"
bayu menganggukkan kepalanya . .
"baru pertama kalinya aku mengenal pemuda yang begitu menyukai bunga" tukasku setengah bergumam. "setahuku kamu tak pernah bergaul, baik dengan pemuda komplek atau dengan teman sekolahmu. apakah itu karena kesukaanmu merawat bunga ?" tanyaku kepadanya
"sebenarnya aku tidak begitu menyukai bunga. tapi daripada aku bergaul, lebih baik aku merawat bunga-bunga ini" jawab bayu
dahiku berkerut mendengar perkataannya "kenapa kamu menganggap bunga-bunga itu lebih penting dari pergaulan ?"
"apakah menurutmu pergaulan itu penting ?" bayu balik bertanya
"JELAS !" jawabku mantab
"untuk apa pergaulan ?" tanyanya lagi
"agar kita banyag teman"
"untuk apa banyak teman?"
pertanyaan bayu membuatku semakin gak mengerti "yu . . sungguh aku gak ngerti dengan pertanyaanmuu itu"
bayu tersenyum sinis . "dulu aku juga sama sepertimu, begitu menganggap pentingnya pergaulan dan persahabatan"
"lantas appa yang membuatmu kini tag menganggap penting pergaulan dan persahabatan?"
"beberapa tahun yang lalu aku hidup dalam kemewahan di bandung. ayahku adalah seorang pengusaha material yang sukses. segalanya aku miliki . mulai dari motor yang harganya ratusan jutaa hingga mobil keluaran terbaru . kendaraan itu dibelikan ayahku sebagai kendaraan pribadiku . saat itu temanku sngat banyak . setiap kali aku pergi kemanapun aku selalu ditemani banyak teman. dengan mengaku sahabatku mereka selalu menunjukkan kesetiaannya kepadaku. namun disuatu saat ketika ayahku sakit keras yang akhirnya merenggut nyawanya . karena ibu tidak dapat menjalankan usaha peninggalan ayahku itu, perusahaan kami itu bangkrut. sedkit demi sedikit benda berharga milik keluarga kami terjual untuk membiayai hidup kami . termasuk juga motor dan mobilku . hingga tinggallah rumah kami . seiring hilangnya harta kami, satu persatu sahabatku meninggallkanku hingga kekasihku pun pergi meninggalkanku. saat itulah aku baru menyadari ternyata kebaikan mereka itu palsu dan mulai saat itu pula lah aku benci dengan yang namanya sahabat sebab semuanya PALSU . semuanya palsuu !" di akhir ceritanya. suara bayu terdengar bergetar, wajahnya memerah . mungkin ia emosi mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan .
"mungkin suatu saat nanti kamu pun akan mengalami hal yang sama dengan ku" lanjut bayu sambil mengalihkan pandangannya dari taman bunga dan menatapku .
bukan akan, tapi sudah . ucapku dalam hati. yaa akupun pernah punya pengalaman yang tidak meng enak kan tentang pergaulan . dua tahun yang lalu ak pernaa aktif disebuah sanggar sastra. disana aku mempunyai banyag teman. setiap kali pertemuan kami menghabiskan hari untuk berdiskusi sastra dan juga berbincang-bincang tentang banyag hal . termasug persoalan pribadi . namun disuatu hari aku harus operasi dirumah sakid karena usus buntu . selama seminggu aku terbaring dirumah sakit dan selama satu bulan aku berada di rumah untug penyembuhan total dan selama itu jugaa tidak ada satupuun teman sanggarku menjengukku. begitu menyakitkan memang ! ternyata memang begitu banyak teman untuk suka tapi teman untuk duka ? satu banding seribu ! hanya aku tetap berusaha berfikir positif , semoga nantinya mereka berubah sikap atau semoga kelak ak mendapatkan sahabat yang lebih baik dari mereka . dan kini aku jadi mengerti apa yang melatar belakangi sikap bayu selama ini .
suatu harii . .
komplekku dihebohkan oleh kecelakaan yang dialami bayu . bayu tertabrak mobil saat menyebrang , kini ia dirawat di Rumah Sakit dan dalam keadaan kritis .
mendengar kabar terserbut aku langsung menuju rumah sakid tempat bayu dirawat . sesampainya diruangan tempat bayu dirawat, aku menyaksikan ibu bayu yang terus-terusan menangis . sementara itu, di tempat tidur , bayu dalam keadaan koma . keadaannya begitu memprihatinkan dengan wajah bengkak dan dipenuhi lecet-lecet . sedangkan kaki kanannya di gip . menurut dokter, tulang betis kaki kanan bayu retak .
setelah tangisan ibu bayu reda . ia bercerita padaku tentang bayu yang akhir-akhir ini sering melamun seperti masa setahun lalu . bayu memang kesepian karena tidak memiliki teman yang dapat diajaknya berbagi . tapi untuk mencari teman, bayu memang trauma karena pernah kecewa dengan apa yang namanya persahabatan . masih menurut ibu bayu, setahun yang lalu ia terpaksa berinisiatif untuk menjual rumahnya dibandung dan pindah dikomplek ini . dirumah yang baru dibelinya ini . ibu bayu membuka usaha catering . bayu bertugas sebagai pengantar catering, dengan begitu, ibu bayu berharap bayu tidak punya waktu lagi untuk melamun. karena setelah ayahnya meninggal, bayu memang sering kali melamun menyesali nasib . pesanan catering yang begitu ramai memang terbukti efektif untuk membuatnya tidak melakukan kebiasaan melamun nya itu . namun, akhir-akhir ini usaha catering ibu bayu sedang sepi dan disela-sela kesenggangan waktu, bayu kembali melamun . kemarin, setelah bayu lama melamun, bayu pergi tanpa pamit entah kemana . terakhir, ibu bayu mendapat telpon dari pihak kepolisian tentang bayu yang kecelakaan .
"ibu berharap kamu dapat mengembalikan sikap bayu seperti masa-masa ayahnya masih hidup" tukas ibu bayu kepadaku . dari tatapan matanya aku merasakan pengharapan yang begitu besar akan ucapannya barusan . aku pun mengangguk , seiring janjiku yang terukir dihati untuk dapat mengembalikan bayu pada masa keceriaannya .
sudah hampir sebulan ini setiap sore ak membantu bayu belajar berjalan tanpa tongkatnya . jika dihari libur skolah, aku menemani nya belajar berjalan d pagi dan sore harinya . setelah kecelakaan itu . bayu memang tidak dapat berjalan tanpa tongkatnya
"aku tag kuat lagi dam. tulang kakiku ngilu" kening bayu mengereyit dengan memegangi paha kanannya . nafasnya terhembus satu-satu . aku segera memberikan tongkat kepadanya dan kupapah dia untug duduk istirahat
"mungkinkah ak dapat berjalan normal lagi,dam ?" tanya nya dengan memandangi betisnya yang masih terlilit perban.
"kalau kamu mau berusaha tentu bisa" jawabku layaknya seorang dokter . walau aku sendiri tidak tahu pasti . ya setidaknya perkataan ku dapat menghiburnya . .
"dam, kamu begitu baik denganku. knpa ?"
"apakah aku tidak boleh berbuat baik kepadamu ?" jawabku .
"bukan begitu . aku hanyya heran . kenapa kamu berbuat baik seperti ini disaat sahabat-sahabatku pergi dariku ?" bayu menatap ku lekat
"karena akulah sahabat dukamu" ucapku mantab seraya tersenyum . kulihat mata bayu berbinar mendengar perkataanku ****
"oh iyaa . . ada apa nak ? tanya wanita seusia ibuku itu
"ini ada kue dari ibu saya" ak memberikan kue itu kepadanya, ini pasti ibu bayu, dalam benakku
"lho . . emangnya ibumu sedang ada acara appa ?"
"enggak ada acara apaa-apa kog. ini kue promosi dari ibu saya soalnya ibu saya mmg bisnis kue semacam ini" jawabku tersenyum
"kalau begitu sampaikan terima kasih ibu k ibumu yaa :)"
"iya bu . eh iya bayu nya ada bu ?"
"bayu ada ditaman belakang nak. masuknya lewat dari situ" tunjuk nya pada lorong sempit disebelah rumah
setelah mempertimbangkan sejenak, akhirnya aku memutuskan untuk menemui bayu . aku mmg ingin tau apa saja yang dilakukan pemuda itu dirumahnya.
bayu tengah duduk dibangku panjang yang terbuat dari potongan bambu sambil mengamati taman bunga . segala macam bunga tumbuh ditaman itu. aku tak mengira, kalau bayu ternyata menyukai bunga. karena setahu ku rumah ini tidak ada cewek lain selain wanita seumuran ibu ku tadi .
"hai . . lagi nyantai niih kayagnya " sapakuu
sedikit terkejut bayu menolehkan kepalanya "bagaimana kamu bisa sampai disini ?" tanya nya
"aku baru saja mengirimkan kue untuk ibumu dari ibuku dan aku mengetahui mu ada disini dari ibumu" aku menerangkan
"duduklah" ucap bayu datar
"apakah semua bunga itu kamu yang menanamnya ?"
bayu menganggukkan kepalanya . .
"baru pertama kalinya aku mengenal pemuda yang begitu menyukai bunga" tukasku setengah bergumam. "setahuku kamu tak pernah bergaul, baik dengan pemuda komplek atau dengan teman sekolahmu. apakah itu karena kesukaanmu merawat bunga ?" tanyaku kepadanya
"sebenarnya aku tidak begitu menyukai bunga. tapi daripada aku bergaul, lebih baik aku merawat bunga-bunga ini" jawab bayu
dahiku berkerut mendengar perkataannya "kenapa kamu menganggap bunga-bunga itu lebih penting dari pergaulan ?"
"apakah menurutmu pergaulan itu penting ?" bayu balik bertanya
"JELAS !" jawabku mantab
"untuk apa pergaulan ?" tanyanya lagi
"agar kita banyag teman"
"untuk apa banyak teman?"
pertanyaan bayu membuatku semakin gak mengerti "yu . . sungguh aku gak ngerti dengan pertanyaanmuu itu"
bayu tersenyum sinis . "dulu aku juga sama sepertimu, begitu menganggap pentingnya pergaulan dan persahabatan"
"lantas appa yang membuatmu kini tag menganggap penting pergaulan dan persahabatan?"
"beberapa tahun yang lalu aku hidup dalam kemewahan di bandung. ayahku adalah seorang pengusaha material yang sukses. segalanya aku miliki . mulai dari motor yang harganya ratusan jutaa hingga mobil keluaran terbaru . kendaraan itu dibelikan ayahku sebagai kendaraan pribadiku . saat itu temanku sngat banyak . setiap kali aku pergi kemanapun aku selalu ditemani banyak teman. dengan mengaku sahabatku mereka selalu menunjukkan kesetiaannya kepadaku. namun disuatu saat ketika ayahku sakit keras yang akhirnya merenggut nyawanya . karena ibu tidak dapat menjalankan usaha peninggalan ayahku itu, perusahaan kami itu bangkrut. sedkit demi sedikit benda berharga milik keluarga kami terjual untuk membiayai hidup kami . termasuk juga motor dan mobilku . hingga tinggallah rumah kami . seiring hilangnya harta kami, satu persatu sahabatku meninggallkanku hingga kekasihku pun pergi meninggalkanku. saat itulah aku baru menyadari ternyata kebaikan mereka itu palsu dan mulai saat itu pula lah aku benci dengan yang namanya sahabat sebab semuanya PALSU . semuanya palsuu !" di akhir ceritanya. suara bayu terdengar bergetar, wajahnya memerah . mungkin ia emosi mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan .
"mungkin suatu saat nanti kamu pun akan mengalami hal yang sama dengan ku" lanjut bayu sambil mengalihkan pandangannya dari taman bunga dan menatapku .
bukan akan, tapi sudah . ucapku dalam hati. yaa akupun pernah punya pengalaman yang tidak meng enak kan tentang pergaulan . dua tahun yang lalu ak pernaa aktif disebuah sanggar sastra. disana aku mempunyai banyag teman. setiap kali pertemuan kami menghabiskan hari untuk berdiskusi sastra dan juga berbincang-bincang tentang banyag hal . termasug persoalan pribadi . namun disuatu hari aku harus operasi dirumah sakid karena usus buntu . selama seminggu aku terbaring dirumah sakit dan selama satu bulan aku berada di rumah untug penyembuhan total dan selama itu jugaa tidak ada satupuun teman sanggarku menjengukku. begitu menyakitkan memang ! ternyata memang begitu banyak teman untuk suka tapi teman untuk duka ? satu banding seribu ! hanya aku tetap berusaha berfikir positif , semoga nantinya mereka berubah sikap atau semoga kelak ak mendapatkan sahabat yang lebih baik dari mereka . dan kini aku jadi mengerti apa yang melatar belakangi sikap bayu selama ini .
suatu harii . .
komplekku dihebohkan oleh kecelakaan yang dialami bayu . bayu tertabrak mobil saat menyebrang , kini ia dirawat di Rumah Sakit dan dalam keadaan kritis .
mendengar kabar terserbut aku langsung menuju rumah sakid tempat bayu dirawat . sesampainya diruangan tempat bayu dirawat, aku menyaksikan ibu bayu yang terus-terusan menangis . sementara itu, di tempat tidur , bayu dalam keadaan koma . keadaannya begitu memprihatinkan dengan wajah bengkak dan dipenuhi lecet-lecet . sedangkan kaki kanannya di gip . menurut dokter, tulang betis kaki kanan bayu retak .
setelah tangisan ibu bayu reda . ia bercerita padaku tentang bayu yang akhir-akhir ini sering melamun seperti masa setahun lalu . bayu memang kesepian karena tidak memiliki teman yang dapat diajaknya berbagi . tapi untuk mencari teman, bayu memang trauma karena pernah kecewa dengan apa yang namanya persahabatan . masih menurut ibu bayu, setahun yang lalu ia terpaksa berinisiatif untuk menjual rumahnya dibandung dan pindah dikomplek ini . dirumah yang baru dibelinya ini . ibu bayu membuka usaha catering . bayu bertugas sebagai pengantar catering, dengan begitu, ibu bayu berharap bayu tidak punya waktu lagi untuk melamun. karena setelah ayahnya meninggal, bayu memang sering kali melamun menyesali nasib . pesanan catering yang begitu ramai memang terbukti efektif untuk membuatnya tidak melakukan kebiasaan melamun nya itu . namun, akhir-akhir ini usaha catering ibu bayu sedang sepi dan disela-sela kesenggangan waktu, bayu kembali melamun . kemarin, setelah bayu lama melamun, bayu pergi tanpa pamit entah kemana . terakhir, ibu bayu mendapat telpon dari pihak kepolisian tentang bayu yang kecelakaan .
"ibu berharap kamu dapat mengembalikan sikap bayu seperti masa-masa ayahnya masih hidup" tukas ibu bayu kepadaku . dari tatapan matanya aku merasakan pengharapan yang begitu besar akan ucapannya barusan . aku pun mengangguk , seiring janjiku yang terukir dihati untuk dapat mengembalikan bayu pada masa keceriaannya .
sebulan kemudian . .
"pelan-pelan . . kamu pasti bisa bay !" ucapku sembari berjalan disampingnya . menjaga kemungkinan bayu jatuh . ia pun dengan susah payah berjalan tanpa tongkat yang menopang tubuhnya .sudah hampir sebulan ini setiap sore ak membantu bayu belajar berjalan tanpa tongkatnya . jika dihari libur skolah, aku menemani nya belajar berjalan d pagi dan sore harinya . setelah kecelakaan itu . bayu memang tidak dapat berjalan tanpa tongkatnya
"aku tag kuat lagi dam. tulang kakiku ngilu" kening bayu mengereyit dengan memegangi paha kanannya . nafasnya terhembus satu-satu . aku segera memberikan tongkat kepadanya dan kupapah dia untug duduk istirahat
"mungkinkah ak dapat berjalan normal lagi,dam ?" tanya nya dengan memandangi betisnya yang masih terlilit perban.
"kalau kamu mau berusaha tentu bisa" jawabku layaknya seorang dokter . walau aku sendiri tidak tahu pasti . ya setidaknya perkataan ku dapat menghiburnya . .
"dam, kamu begitu baik denganku. knpa ?"
"apakah aku tidak boleh berbuat baik kepadamu ?" jawabku .
"bukan begitu . aku hanyya heran . kenapa kamu berbuat baik seperti ini disaat sahabat-sahabatku pergi dariku ?" bayu menatap ku lekat
"karena akulah sahabat dukamu" ucapku mantab seraya tersenyum . kulihat mata bayu berbinar mendengar perkataanku ****
created by : WKN
sahabat duka tu judul yg membuat org penasaran. kembang kan trs bakat nya biar sukses ^_^ :a
BalasHapusagri : alhamdulillah . makasii yaa agrii :)
BalasHapus