Sabtu, 20 Maret 2010

cerpen "sahabat duka" :)

Aku baru saja pulang dari rumah doni, teman satu tongkronganku. cuaca siang yang terik membuat langkahku seperti dalam lomba jalan cepat. dijalan komplek rumahku, aku melihat seorang pemuda dengan menjijing kantong plastik hitam tengah berjalan sendiri. pemuda itulah yang akhir-akhir ini mengundang rasa penasaranku. aku benar-benar heran dengan sikapnya yang sangat tertutup . dikomplek yang baru kutempati sebulan ini hanya pemuda itu yang belum kenalan secara langsung denganku. setiap kali aku berusaha mengakrabkan diri dengannya, yang kurasakan ia seperti menjauh dan menjaga jarak. kukira hanya padaku dia bersikap seperti itu, tetapi ternyata ia juga begitu dengan seluruh pemuda di komplek.
kupercepat langkahku agar dapat menyusul langkah pemuda itu. dalam sekejap aku sudah berada tepat disampingnya.
"hai. ." sapaku seraya tersenyum ramah
"hai juga . ." ia balas tersenyum
"perkenalkan namaku adam . aku orang baru dikomplek ini" kuulurkan tanganku
"aku bayu. ." ia menjabat tanganku
"rumahmu dinomor 88A kan ?" tanyaku
ia hanya mengangguk
"boleh aku main k rumahmu ?" tanya ku lagi
"boleh saja tapi dirumah aku selalu sibuk" jawab bayu
"memangnya apa kesibukan mu dirumah ?" tanyaku lagi
tak segera ia menjawab pertanyaan ku . ia seperti berpikir "banyak . ." hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
kami telah sampai didepan rumahnya. "udah ya . . sampai nanti. ." ujar bayu . ia membuka pintu pagar dan kemudian masuk rumahnya tanpa basa basi menawariku untuk mampir

dirumaahhkuu . . 
"Dam, sekarang tugasmu membagi-bagikan kue kering ini keseluruh rumah dikomplek ini" perintah mama dengan menyodorkan kardus mie instan yang berisikan penuh dengan kue-kue kering yang dikemas dengan plastik kecil. selama ini mama memang bisnis kue kering dan kue basah
"apa gak sayang kue sebanyak ini dibagi-bagikan gratis, ma?" protesku
"dam, kita dikomplek ini kan orang baru, ini sebagai sarana mengakrabkan diri dengan warga dan juga sebagai satu strategis bisnis mama. nanti juga setelah mereka merasakan kue mama, mereka pasti akan ketagihan" jawab mama mantab
"idih mama kepedean"
"lah . . . yaa iyalah kue mama kan enak" ucap mama dengan bangganya . .

aku mengelilingi komplek . .
sudah setengah dari jumlah rumah dikomplek ini yang aku masuki secara berurutan untuk memberikan kue kering gratis. kini giliranku memasuki rumah bayu
"permisi. . " aku membuka pintu pagar dan masuk kehalaman rumah . dari dalam suara sebuah suara menyahut "yaa . . siaapa ya?" . . .krek . . pintu rumah itu pun terbuka "cari siapa ya ?" tanyanya ramah
"saya putranya ibu dini, warga baru itu, bu" ujar ku menjelaskan
"oh iyaa . . ada apa nak ? tanya wanita seusia ibuku itu
"ini ada kue dari ibu saya" ak memberikan kue itu kepadanya, ini pasti ibu bayu, dalam benakku
"lho . . emangnya ibumu sedang ada acara appa ?"
"enggak ada acara apaa-apa kog. ini kue promosi dari ibu saya soalnya ibu saya mmg bisnis kue semacam ini" jawabku tersenyum
"kalau begitu sampaikan terima kasih ibu k ibumu yaa :)"
"iya bu . eh iya bayu nya ada bu ?"
"bayu ada ditaman belakang nak. masuknya lewat dari situ" tunjuk nya pada lorong sempit disebelah rumah
setelah mempertimbangkan sejenak, akhirnya aku memutuskan untuk menemui bayu . aku mmg ingin tau apa saja yang dilakukan pemuda itu dirumahnya.
bayu tengah duduk dibangku panjang yang terbuat dari potongan bambu sambil mengamati taman bunga . segala macam bunga tumbuh ditaman itu. aku tak mengira, kalau bayu ternyata menyukai bunga. karena setahu ku rumah ini tidak ada cewek lain selain wanita seumuran ibu ku tadi .
"hai . . lagi nyantai niih kayagnya " sapakuu
sedikit terkejut bayu menolehkan kepalanya "bagaimana kamu bisa sampai disini ?" tanya nya
"aku baru saja mengirimkan kue untuk ibumu dari ibuku dan aku mengetahui mu ada disini dari ibumu" aku menerangkan
"duduklah" ucap bayu datar
"apakah semua bunga itu kamu yang menanamnya ?"
bayu menganggukkan kepalanya . .
"baru pertama kalinya aku mengenal pemuda yang begitu menyukai bunga" tukasku setengah bergumam. "setahuku kamu tak pernah bergaul, baik dengan pemuda komplek atau dengan teman sekolahmu. apakah itu karena kesukaanmu merawat bunga ?" tanyaku kepadanya
"sebenarnya aku tidak begitu menyukai bunga. tapi daripada aku bergaul, lebih baik aku merawat bunga-bunga ini" jawab bayu
dahiku berkerut mendengar perkataannya "kenapa kamu menganggap bunga-bunga itu lebih penting dari pergaulan ?"
"apakah menurutmu pergaulan itu penting ?" bayu balik bertanya
"JELAS !" jawabku mantab
"untuk apa pergaulan ?" tanyanya lagi
"agar kita banyag teman"
"untuk apa banyak teman?"
pertanyaan bayu membuatku semakin gak mengerti "yu . . sungguh aku gak ngerti dengan pertanyaanmuu itu"
bayu tersenyum sinis . "dulu aku juga sama sepertimu, begitu menganggap pentingnya pergaulan dan persahabatan"
"lantas appa yang membuatmu kini tag menganggap penting pergaulan dan persahabatan?"
"beberapa tahun yang lalu aku hidup dalam kemewahan di bandung. ayahku adalah seorang pengusaha material yang sukses. segalanya aku miliki . mulai dari motor yang harganya ratusan jutaa hingga mobil keluaran terbaru . kendaraan itu dibelikan ayahku sebagai kendaraan pribadiku . saat itu temanku sngat banyak . setiap kali aku pergi kemanapun aku selalu ditemani banyak teman. dengan mengaku sahabatku mereka selalu menunjukkan kesetiaannya kepadaku. namun disuatu saat ketika ayahku sakit keras yang akhirnya merenggut nyawanya . karena ibu tidak dapat menjalankan usaha peninggalan ayahku itu, perusahaan kami itu bangkrut. sedkit demi sedikit benda berharga milik keluarga kami terjual untuk membiayai hidup kami . termasuk juga motor dan mobilku . hingga tinggallah rumah kami . seiring hilangnya harta kami, satu persatu sahabatku meninggallkanku hingga kekasihku pun pergi meninggalkanku. saat itulah aku baru menyadari ternyata kebaikan mereka itu palsu dan mulai saat itu pula lah aku benci dengan yang namanya sahabat sebab semuanya PALSU . semuanya palsuu !" di akhir ceritanya. suara bayu terdengar bergetar, wajahnya memerah . mungkin ia emosi mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan .
"mungkin suatu saat nanti kamu pun akan mengalami hal yang sama dengan ku" lanjut bayu sambil mengalihkan pandangannya dari taman bunga dan menatapku .


bukan akan, tapi sudah . ucapku dalam hati. yaa akupun pernah punya pengalaman yang tidak meng enak kan tentang pergaulan . dua tahun yang lalu ak pernaa aktif disebuah sanggar sastra. disana aku mempunyai banyag teman. setiap kali pertemuan kami menghabiskan hari untuk berdiskusi sastra dan juga berbincang-bincang tentang banyag hal . termasug persoalan pribadi . namun disuatu hari aku harus operasi dirumah sakid karena usus buntu . selama seminggu aku terbaring dirumah sakit dan selama satu bulan aku berada di rumah untug penyembuhan  total dan selama itu jugaa tidak ada satupuun teman sanggarku menjengukku. begitu menyakitkan memang ! ternyata memang begitu banyak teman untuk suka tapi teman untuk duka ? satu banding seribu ! hanya aku tetap berusaha berfikir positif , semoga nantinya mereka berubah sikap atau semoga kelak ak mendapatkan sahabat yang lebih baik dari mereka . dan kini aku jadi mengerti apa yang melatar belakangi sikap bayu selama ini .


suatu harii . .
komplekku dihebohkan oleh kecelakaan yang dialami bayu . bayu tertabrak mobil saat menyebrang , kini ia dirawat di Rumah Sakit dan dalam keadaan kritis .
mendengar kabar terserbut aku langsung menuju rumah sakid tempat bayu dirawat . sesampainya diruangan tempat bayu dirawat, aku menyaksikan ibu bayu yang terus-terusan menangis . sementara itu, di tempat tidur , bayu dalam keadaan koma . keadaannya begitu memprihatinkan dengan wajah bengkak dan dipenuhi lecet-lecet . sedangkan kaki kanannya di gip . menurut dokter, tulang betis kaki kanan bayu retak . 
setelah tangisan ibu bayu reda . ia bercerita padaku tentang bayu yang akhir-akhir ini sering melamun seperti masa setahun lalu . bayu memang kesepian karena tidak memiliki teman yang dapat diajaknya berbagi . tapi untuk mencari teman, bayu memang trauma karena pernah kecewa dengan apa yang namanya persahabatan . masih menurut ibu bayu, setahun yang lalu ia terpaksa berinisiatif untuk menjual rumahnya dibandung dan pindah dikomplek ini . dirumah yang baru dibelinya ini . ibu bayu membuka usaha catering . bayu bertugas sebagai pengantar catering, dengan begitu, ibu bayu berharap bayu tidak punya waktu lagi untuk melamun. karena setelah ayahnya meninggal, bayu memang sering kali melamun menyesali nasib . pesanan catering yang begitu ramai memang terbukti efektif untuk membuatnya tidak melakukan kebiasaan melamun nya itu . namun, akhir-akhir ini usaha catering ibu bayu sedang sepi dan disela-sela kesenggangan waktu, bayu kembali melamun . kemarin, setelah bayu lama melamun, bayu pergi tanpa pamit entah kemana . terakhir, ibu bayu mendapat telpon dari pihak kepolisian tentang bayu yang kecelakaan .

"ibu berharap kamu dapat mengembalikan sikap bayu seperti masa-masa ayahnya masih hidup" tukas ibu bayu kepadaku . dari tatapan matanya aku merasakan pengharapan yang begitu besar akan ucapannya barusan . aku pun mengangguk , seiring janjiku yang terukir dihati untuk dapat mengembalikan bayu pada masa keceriaannya .


sebulan kemudian . .
"pelan-pelan . . kamu pasti bisa bay !" ucapku sembari berjalan disampingnya . menjaga kemungkinan bayu jatuh . ia pun dengan susah payah berjalan tanpa tongkat yang menopang tubuhnya .
sudah hampir sebulan ini setiap sore ak membantu bayu belajar berjalan tanpa tongkatnya . jika dihari libur skolah, aku menemani nya belajar berjalan d pagi dan sore harinya . setelah kecelakaan itu . bayu memang tidak dapat berjalan tanpa tongkatnya 
"aku tag kuat lagi dam. tulang kakiku ngilu" kening bayu mengereyit dengan memegangi paha kanannya . nafasnya terhembus satu-satu . aku segera memberikan tongkat kepadanya dan kupapah dia untug duduk istirahat
"mungkinkah ak dapat berjalan normal lagi,dam ?" tanya nya dengan memandangi betisnya yang masih terlilit perban.
"kalau kamu mau berusaha tentu bisa" jawabku layaknya seorang dokter . walau aku sendiri tidak tahu pasti . ya setidaknya perkataan ku dapat menghiburnya . .
"dam, kamu begitu baik denganku. knpa ?"
"apakah aku tidak boleh berbuat baik kepadamu ?" jawabku .
"bukan begitu . aku hanyya heran . kenapa kamu berbuat baik seperti ini disaat sahabat-sahabatku pergi dariku ?" bayu menatap ku lekat 
"karena akulah sahabat dukamu" ucapku mantab seraya tersenyum . kulihat mata bayu berbinar mendengar perkataanku ****


created by : WKN

   

Jumat, 19 Maret 2010

cerbung "cintaa" part 2

IRA . . yaa iraa sesosok gadis yang selalu menangis karna cinta . .
sepertii yang diketahui, sang pujaan hati ira bernama dika . dika yang dulunya selalu PERFECT, namuun kini berubah total . . membuat detik demi detik, hari demi hari, bahkan bulan demi bulan silih berganti dijalani ira dgn air mata . .
ira memang gadis manja yang hanya bisa menangis disaat ia d sakiti .

kini hubungan ira dan dika telah menginjak 1 tahun 4 bulann . . 
hubungan yang tanpa canda tawa . sepertii hanya teman . .
namun yaa begitu lah ira . . sulit buat melupakan buatnya . .
"ak yakin smua ini bakalan berakhir . dia bakal balig lagi seperti dulu" selalu itu yang tertanam d hati ira . padahal ntah sampeg kapan smua ini bakal berakhir, ia pun gg dapat memastikan .

gadis yang dikenal ceria dan usil oleh teman-temannya ini kehilangan dirinya sendiri . teman-teman ira yang dulunya sangat mendukung hubungan ira dan dika, kini TIDAK untug sekarang dan seterusnya . mereka sangat kehilangan ira, ira yang usil dan ceria . dan semua itu karena DIKA ! "ra, buat apalagi coba kamu pertahanin dika ? jelas-jelas dia nyia-nyia in kamu. ayo dong raa,kamu harus ambil sikap" selalu itu yang keluar dari mulut teman-temannya ketika melihat ira menung sendirian . . tapi yaa . ira tau teman-temannya bermaksud baik terhadapnya . tapi sayang nya ke dika . membuat dia tidak sekalipun mendengar ucapan teman-temannya tercinta itu . .

sudaah hampir dua bulan berjalan seperti ini . . tapi ira hanya bisa menyalah kan dirinya sendiri .. ia menganggap smua perubahan dika karena mungkin ira pernah salah sama dika . 

perubahan sikap ira, bukan hanya teman-temannya yang menyadarinya . tapii . . papa mama ira . mereka yang selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri, baru menyadari perubahan anaknya ketika sudah hampir seminggu ira banyag diam d rumahnya . 
ira yang biasanya selalu marah-marah ketika mamapapa nya pergi seharian .
ira yang biasanya marah-marah ketika weekend mamapapa nya tidak dirumah .
ira yang biasanya selalu menyambut papa nya ketika pulang .
ira yang biasanya minta suapin mama ketika mood makannya hilang .
ira yang biasanya selalu perang dengan adik-adiknya
ira yang biasanya selalu mengganggu mamanya masak 
ira yang biasanya selalu manja dengan mamapapa nya
kini sudah HILANG ! hilang ditelan renungan . tangisan .  kesendirian ira .
mamapapa selalu mencoba mengembalikan senyum anaknya .
tapii semua seakan sia-sia .

waktu terus berjalan . tidak ada perkembangan . . tidak ada perubahan . .

sudah 1 tahun 6 bulan hubungan ira dan dika . .
senin pagi itu . . . ada sesuatu yang berbeda . .
sesuatu yang berbeda dengan ira . . dengan santainya ira melangkah menuju kelasnya tercinta . dan sampainya ia dikelas . . berbeda dengan biasanya . ira langsung mengacau teman-teman sekelasnya yang lagi asyik mengerjakan pR . yaah . . biasalah . . anag sma yang selalu menjadikan PEKERJAAN RUMAH sebagai OLAHRAGA COPY PASTE sebelum bel berbunyi (ahahahhaha . . ) . mulai dari mencoret buku temannya . menyenggol temannya yang lagi nulis dan berbagai hal usil yang dikerjakan ira pagi itu . .
perubahan itu mengundang pertanyaan buat teman-teman terdekatnya . .
"ra . . tumben senang bgd hari nii ?" tanya teman-temannya heran
"loh . . . bukannya ira memang selalu begini ? penuh keceriaan . ahahhahah" jawab nya disertai senyum indah nya . .
"hah ?" hanya kebingungan yang menyampiri teman-temannya itu . .
"NO BOY ! NO CRY ! Dika ? gg penting banged tau gg . . ahhahahah " jawabnya mantab
seketika teman-teman ira diam . . beberapa detik setelah itu . . mereka senyum . dan perasaan senang menyampiri hati mereka :)
mereka senang dengan perubahan ira . .
mereka senang karena mereka kembali menemui sahabat mereka yang dulu . . yang sudahh beberapa bulan ini hilang . .

ira menghabiskan waktu nya bersama teman-teman nya tercinta . .
foto-foto . . mall . . nntn . . shopping . . makan . . ngusilin orang . .
begitulah ira menghabiskan waktu-waktunya bersama teman-temannya . .

hingga akhirnya dika mengajag ira ketemu . .
"raa . . hubungan ini sepertinya gg bisa diteruskan . cinta itu udah gg ada diantara kita . lagian ak udah bosan pacaran" ucap dika . 
"yaa . . ak tau . . ok lah . terserah kamu :)" jawab ira santai . .
yap . . mereka putus . . dan sangat berbeda dengan sebelumnya . . ira yang selalu menangis karena cinta kini dengan tenang melepas cintanya . .

dikamarnya . . ira memandangi foto-foto teman-temannya . . 
"yaa . . kalian lah hidupku. aku sayang kalian teman-temankuu" gumamnya dengan senyum indah yang terlukis di wajahnya :)


*** the end ***
 
created by : WKN




Senin, 15 Maret 2010

cerpen . Sahabat Penakuu :)

Hari yang cerah ini mendukungku untuk melangkahkan kaki dengan pasti menuju "Green Cafe" tempat dimana ak bakal menemui sahabat penaku yang udah hampir setahun ini menjadi tempatku, berbagi dan mengerti arti sahabat yang sesungguhnya . Dari pertama ak mengenalnya hingga sekarang, tidak pernah sekalipun ak bertemu dengannya . Persahabatan ini hanyalah melalui telpon, sms, surat dan e-mail . tapi walau begitu, aku merasa nyaman, sehati dan seperti tidak ada jarak diantara kami. Sahabat penaku itu bernama indah . . yaa namanya indah seindah hatinya . .

aku mengendarai mobilku menuju "green cafe". setelah 45 menit aku lalui, akhirnya aku sampai ditempat tujuanku . ak memasuki cafe dan duduk dimeja 8 . yaa karena aku sangat suka angka 8 . ak celingak-celinguk berharap menemui indah, tapi tak seorangpun gadis belia yang memiliki ciri-ciri seperti indah. Sudah satu jam ak menunggu , ak tetap menunggu dengan sabar . . yaa tidak ada salahnya menunggu sahabat sendiri . 
satu jam lewat 15 menit . . . .
satu jam lewat 20 menit . . . .
"ada appa ini ? kemana indah ? kemana sahabatku ?" hatiku mulai gelisah . . selama aku mengenal indah, tidak sedikidpun aku mendapatkan sikap tidak tepat janji pada diri indah. yaa walaupun aku tahu aku hanya mengenalnya didunia mayaku. . tapii aku yakin, indah bukanlah orang yang ingkar . . 

setelah lama waktu berlalu, sudah hampir dua jam aku menunggu. . tiba-tiba telpon genggam ku berdering, "hallo . .ini kira ?" suara terisak tangis ku dengar dari sebrang telpon genggamku. "iya ini kira. dengan siapa saya bicara ? ada perlu apa ya ?" jawab kira dengan penuh tanda tanya di benaknya. "kira. . . ini bundanya indah. kira maafin indah ya, indah gg bisa nyamperin kamu, tadi dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dan . .  dan . . sekarang sedang dirawat dirumah sakid . ." jawab disebrang telpon dengan suara terisak tangis dan terbata-bata. Aku terdiam, termenung, darah ini bagai berhenti mengalir, jantungku berhenti berdetak dan seketika air mengalir dipipiku yang bersumber dari mataku. "aaaaaaaaaa . .. ." teriak ku dalam hati . aku terluka karena ku tau sahabatku sedang terluka dan semua itu karena AKU . Aku selalu nyalahin diriku sendiri . ak gg tau harus bagaimana . .

lama ak terdiam termenung dimeja nomor 8 itu dan akhirnya memutuskan untuk ke rumah sakid . "aku harus menemui sahabatku" teriak hatiku . Aku keluar dari "green cafe" dengan sirnanya harapan untuk tertawa, curhat dan bercanda gurau bersama sahabatku. Diperjalanan, pikiranku ntah kemana-mana,  melayang tanpa arah . . .Sahabat penaku itu dengan gampang mencuri pikiranku

45 menit ku lalui untug sampai dirumah sakid. kulangkahkan kakiku, kulihat begitu banyag orang yang tag berdaya . disaat aku memasuki rumah sakid . . tiba-tiba langkahku terhenti dikarenakan ada mobil putih bertuliskan "ambulan" seketika beberapa perawat berlari nyamperin mobil putih tersebut dan membawa orang lemah tag berdaya yang berada dalam mobil itu k ruang ICU . . orang lemah itu adalah korban kecelakaan . penuh darah, tidak sadar dan penuh tangisan disekitarnya . . "ya Allah . . apakah begitu juga yang terjadi dengan sahabatku ? ya Allah . . lindungi sahabatku . . beri segera kesehatan yang sempurna untugnya . . " batinku menangis. semakin berat langkahku. aku gg sanggup melihat sahabatku yang terbaring lemas diruang inap rumah sakid ini . namun ku yakini hatiku . ku mantabkan kakiku melangkah dengan pasti .

kini aku sudah berada tepat didepan kamar tempat indah dirawat. aku buka pintu itu perlahan . . dan . . .dan aku terpaku . . terkejut memandangi gadis belia yang tengah terbaring tag berdaya dan lengkap dengan beggitu banyag alat-alat rumah sakid ditubuhnya. ak gg sanggup meneruskan langkahku, ternyata . .. . . . indah sahabat penaku selama ini adalah teman ku waktu duduk dibangku Sekolah Dasar. dulunya indah adalah orang yang selalu mengejekku, menghinaku dan mengolok-ngolokku dikarenakan fisikku dulu yang tag seindah dirinya . "kenapa harus dia yang sekarang menjadi sahabat penaku ? kenapa harus orang yang dulunya selalu menyakitiku ?" hatiku menangis , aku gg tau apa yang harus aku lakukan sekarang . . apa aku masih akan tetapnya menganggapnya sahabatku atau bahkan dia akan tetap mnjadi musuhku seperti dulu . . ku pandangi lekat-lekat wajah indah . wajah cantig tanpa beban . "kasihan dia" batinku. akhirnya aku memutuskan untug duduk mendekatinya. . ya aku gg bisa bohongi diriku sendiri . aku sayang dia dan seketika rasa benci itu hilang . musnah enah kemana . ak berjanji dalam hati "aku akan menjaga indah sampai dia sembuh dan akan tetap menganggapnya sahabatku . aku sayang kamu indah . indah yang kini menjadi SAHABAT NYATA ku"  ***


created by : WKN