Sabtu, 21 Agustus 2010

mencairnya pulau es di kutub utara

Di beritakan Sebuah pulau es, yang berukuran 4 kali kota Manhatan, dengan tebal setengah dari tinggi bangunan Empire State, telah terpisah dari gletser utama Greenland.

Gambar satelit menunjukan Gletser Peterman, yang terletak 1000 kilometer sebelah selatan kutub utara, telah kehilangan seperempat bagiannya. Pulau es tersebut mengandung air yang bisa mencukupi kebutuhan air di AS selama 120 hari.

Para ilmuwan belum bisa memastikan apakah fenomena alam Mencairnya Pulau ES di Kutub Utara disebabkan oleh pemanasan global (Global Warming) atau ada sebab lain. Catatan tentang gletser dan air dibawahnya masih terlalu dini untuk dijadikan bukti. Namun, terpisahnya es dari Greenland diperkirakan akibat aliran air dibawah gletser tersebut.

Perlu dicatat pulau es baru ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan tebal lebih dari 600 kaki. Ratusan gunung es terpisah dari gletser Greenland setiap tahun. Pemisahan pulau es sebesar ini terakhir kali terjadi pada tahun 1962.

Pulau es ini dapat menyatu dengan daratan, kemudian terpecah menjadi bongkahan kecil, atau mengapung menghadang kapal dan dapat menenggelamkan Kapal seperti kapal Titanic tempo dulu.
 

Air terjun berdarah

Inilah salah satu fenomena alam yang langka terjadi, bagaimana tidak dari sebuah sumber air yang mengalir pada sebuah air terjun bisa terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus namun agak lambat. Hal ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembahMc Murdo wilayah kutub selatan. Pertama kali seorang geolog menemukan air terjun beku tahun 1911 dan mereka menemui hal aneh yang mereka kira adalah warna merah yang mengalir merupakan warna yang berasal dari ganggang merah, namun sifta sejatinya ternyata lebih dari yang mereka duga.

Kira-kira 2 juta tahun yang lalu Gletser Taylor terkurung dibawah aliran air yang mengandung kumpulan mikroba kuno, dan mereka terisolasi disana dibawah lapisan es yang sangat tebal secara alami, berkembang secara independen mikroba ini hidup tanpa cahaya, panas dan oksigen, dan disana mereka terperangkap pada suatu kondisi salinitas yang sangat tinggi dan kaya akan zat besi sehingga memberikan warna yang merah sama dengan zat besi dalam darah.

Dan Air terjun ini terjadi karena adanya sebuah celah dari gletser tersebut yang memungkinkan air subglacial tersebut keluar, membentuk air terjun tanpa mencemari ekosistem didalamnya. Para ilmuwanpun akhirnya menduga dari kesimpulan tersebut bisa sangat mungkin terjadi juga di planet planet lain seperti Mars dan Yupiter, Air terjun berdarah ini benar benar suatu fenomena alam yang ajaib baik secara visual maupun ilmiah.

 

Senin, 09 Agustus 2010

selamat berpuasa :)

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

 :) mohon maaf lahir dan bathin :)
semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT 
amiin.aminn.amin yaa rabbal alamin

 
**www.nthiianthii.blogspot.com**